Fasilitas yang Tersedia
Gedung Gereja Utama
Gedung ibadah utama yang dapat menampung lebih dari 350 jemaat. Dilengkapi dengan sistem sound modern dan layar proyektor.
Ruang Konsistori
Ruangan khusus untuk persiapan ibadah dan pertemuan majelis sebelum kebaktian.
Kantor Jemaat
Kantor Jemaat untuk kegiatan rapat, pelatihan, seminar, dan acara-acara khusus jemaat.
Rumah Lonceng Sambung
Rumah Lonceng Sambung Gereja: Penanda Panggilan Iman dan Persekutuan Umat\r\n\r\nBerdiri dengan kokoh di lingkungan gereja, Rumah Lonceng Sambung Gereja menjadi salah satu simbol penting dalam perjalanan kehidupan bergereja. Bangunan sederhana namun penuh makna ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat menggantung lonceng gereja, tetapi juga menjadi penanda panggilan Allah yang menggema bagi umat-Nya.\r\n\r\nSejak dahulu kala, dentangan lonceng gereja telah menjadi suara yang menghubungkan kehidupan sehari-hari umat dengan persekutuan iman. Setiap bunyi yang terdengar mengajak jemaat untuk berkumpul dalam ibadah, menaikkan doa, serta menghayati kebersamaan sebagai tubuh Kristus. Melalui Rumah Lonceng Sambung Gereja, panggilan itu diteruskan dari generasi ke generasi, menjadi saksi perjalanan pelayanan dan pertumbuhan iman umat.\r\n\r\nRumah lonceng ini juga menyimpan nilai sejarah dan budaya yang tidak terpisahkan dari kehidupan jemaat. Di tempat inilah lonceng dibunyikan untuk menandai berbagai peristiwa penting, baik sukacita maupun pergumulan yang dialami bersama. Dentangannya menjadi suara pengharapan, pengingat akan kasih Allah, dan peneguh semangat pelayanan di tengah kehidupan masyarakat.\r\n\r\nLebih dari sekadar bangunan fisik, Rumah Lonceng Sambung Gereja mencerminkan panggilan gereja untuk terus menyambung relasi antara Allah dan umat-Nya. Setiap kali lonceng berdentang, umat diajak untuk kembali mengingat identitasnya sebagai orang percaya yang dipanggil untuk hidup dalam kasih, persekutuan, kesaksian, dan pelayanan.\r\n\r\nKarena itu, keberadaan Rumah Lonceng Sambung Gereja bukan hanya menjadi warisan sejarah yang perlu dipelihara, melainkan juga simbol iman yang terus menghidupkan semangat kebersamaan jemaat dalam mewujudkan panggilan gereja di tengah dunia. Dentang lonceng yang bergema dari rumah ini kiranya senantiasa menjadi suara yang mengundang setiap orang untuk datang, bersekutu, dan memuliakan nama Tuhan dalam seluruh aspek kehidupan.