Dalam Ibadah Minggu kedua bulan Juni 2026 yang berlangsung di Gedung Gereja Syaloom Jemaat GPM Naku dan dipimpin oleh Pdt. R.M. Hehakaya, S.Si., firman Tuhan yang dibacakan dari Yeremia 4:22–28 mengajak kita untuk merenungkan kondisi kehidupan umat yang menjauh dari kehendak Allah.
Melalui Nabi Yeremia, Tuhan menyampaikan teguran yang keras kepada umat-Nya. Bukan karena Tuhan membenci umat-Nya, melainkan karena kasih-Nya yang besar sehingga Ia tidak menghendaki umat hidup dalam kebodohan rohani. Dalam ayat 22 dikatakan bahwa umat mengetahui cara berbuat jahat, tetapi tidak mengetahui cara berbuat baik. Sebuah gambaran yang sangat relevan dengan kehidupan masa kini, ketika manusia sering kali lebih mudah mengikuti keinginan diri sendiri daripada menaati kehendak Tuhan.
Melalui Nabi Yeremia, Tuhan menyampaikan teguran yang keras kepada umat-Nya. Bukan karena Tuhan membenci umat-Nya, melainkan karena kasih-Nya yang besar sehingga Ia tidak menghendaki umat hidup dalam kebodohan rohani. Dalam ayat 22 dikatakan bahwa umat mengetahui cara berbuat jahat, tetapi tidak mengetahui cara berbuat baik. Sebuah gambaran yang sangat relevan dengan kehidupan masa kini, ketika manusia sering kali lebih mudah mengikuti keinginan diri sendiri daripada menaati kehendak Tuhan.
Berita Lainnya
22 Juni 2026
Penguatan Pelayanan Pastoralia Melalui Kunjungan Rumah Tangga bagi Pelayan Jemaat GPM Naku
18 Juni 2026
Ketua Majelis Jemaat GPM Naku Ikuti Lokakarya Bahasa Melayu Ambon Dalam Pemberitaan Firman
11 Juni 2026
Ketua Majelis Jemaat GPM Naku Ikuti Training of Trainers Pendeta se-Klasis Pulau Ambon Timur